Monday, March 8, 2010

ANTROPOMETRI ERGONOMIS

Antropometri merupakan bidang ilmu yang berhubungan dengan dimensi tubuh manusia. Dimensi-dimensi ini dibagi menjadi kelompok statistika dan ukuran persentil. Jika seratus orang berdiri berjajar dari yang terkecil sampai terbesar dalam suatu urutan, hal ini akan dapat diklasifikasikan dari 1 percentile sampai 100 percentile. Data dimensi manusia ini sangat berguna dalam perancangan produk dengan tujuan mencari keserasian produk dengan manusia yang memakainya. Pemakaian data-data tersebut agar dapat mengusahakan alat-alat yang akan digunakan dapat disesuaikan dengan pemakaian manusia. Bukan manusia yang harus menyesuaikan dengan alat-alat tersebut. Hal ini dibuat agar tidak terjadi kesalahan kerja atau bahaya terhadap pemakainya.
Data antropometri merupakan data ukuran dimensi tubuh manusia. Data antropometri sangat berguna alam perancangan suatu produk dengan tujuan mencari keserasian produk dengan manusia yang menggunakannya. Dengan demikian tidak hanya memberi kepuasan pada pengguna produk saja, tetapi juga pada pembuat produk.
Untuk mendisain produk secara ergonomis yang digunakan dalam kehidupan sehari-hari atau mendesain produk yang ada pada lingkungan haruslah disesuaikan dengan antropometri manusia yang ada di lingkungan itu sebab bila tidak sesuai maka akan menimbulkan berbagai dampak negatip yang akan terjadi baik dalam waktu jangka pendek maupun jangka panjang
Berikut adalah penelitian yang berkaitan dengan antropometri : Dampak ketidakserasian antara meja dan kursi sekolah dengan ukuran tubuh anak sekolah merupakan salah satu kendala dalam upaya meningkatkan sumber daya manusia yang berkualitas. Akibat dari meja dan kursi sekolah yang tidak sesuai dengan ukuran tubuh anak sekolah antara lain dapat mengakibatkan anak cepat mengalami kelelahan, perasaan tidak nyaman, kurang konsentrasi dan mengantuk pada waktu kegiatan belajar disekolah. Berdasarkan hasil kuesioner terhadap siswa SMA Negeri 1 Gemolong bahwa 76,7% responden menyatakan posisi belajar tidak nyaman dengan meja dan kursi yang ada sekarang. Hasil Nordic Body Map menyatakan adanya keluhan pada anggota tubuh siswa diantaranya leher sakit 81,7%, bahu pegal 70,8%, punggung pegal 76,7%, pantat sakit 44,2%, tangan dan jari pegal 69,2%, lutut sakit 61,7%, kaki pegal 80,8%.
Penelitian berikut merupakan penelitian yang dilakukan untuk melihat memperbaiki ketidakergonomisan di dapur rumah tinggal. Kegiatan masak memasak dapat dikatagorikan pekerjaan setengah berat. Bekerja di dapur adalah suatu pekerjaan yang melelahkan. Sikap kerja paksa akibat menggunakan peralatan yang kurang cocok dengan persyaratan ergonomi akan mengakibatkan tubuh merasa lelah yang dapat mengganggu kesehatan.
Untuk mengatasi hal tersebut dilakukan perbaikan yaitu dengan menyesuaikan tinggi bidang kerja dengan jalan meninggikan lantai kerja sesuai ukuran antropometri pekerja. Tinggi bidang kerja adalah 10 cm di bawah tinggi siku pekerja. Perbaikan ini diharapkan dapat mengubah sikap kerja yang tidak ergonomis menjadi ergonomis.Dengan menggunakan Pre test and post test group design, penelitian ini dilaksanakan dan besarnya sampel sebanyak 21 subyek, dipilih dengan teknik random sederhana. Uji statistik yang dipakai “student t-test”. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa perbaikan sikap kerja mengurangi keluhan pada sistem otot rangka sebesar 23,96 % (p < 0,05) dan menurunkan denyut nadi kerja sebesar 23,13% (p> 0,05)
Dari penelitian ini dapat disimpulkan bahwa dengan perbaikan sikap kerja dapat menurunkan beban kerja berupa beban tambahan, berarti bahwa dengan menggunakan dapur yang ergonomi akan mendapatkan kenyamanan bagi penghuninya.

Sumber :
Priyono, Ari. Perancangan ulang meja dan kursi belajar ditinjau dari aspek ergonomi (Studi Kasus Di SMA Negeri 1 Gemolong)
Soewarno, Aik. Dapur Rumah Tinggal Yang Ergonomis Bagi Penghuninya.Bali : Universitas Udayana.
Widagdo, Suharyo, Liliana.Y.P, Ahmad Abtokhi. 2007.Pertimbangan Antropometri Pada Pendisainan. Yogyakarta: Sekolah Tinggi Teknologi Nuklir

No comments:

Post a Comment