Definisi Periklanan
Menurut Arens (dalam Lubis, 2007)) iklan dikatakan sebagai komunikasi informasi yang terstruktur dan disusun bukan oleh perseorangan, biasanya dibayar untuk dan secara alami umumnya membujuk tentang produk (barang, jasa dan ide) yang diidentifikasi sponsor lewat berbagai media. Sedangkan menurut Tom Duncan (dalam Lubis,2007) iklan adalah hal yang tidak pribadi, pengumuman yang dibayar oleh suatu sponsor yang diketahui. Menurut (Blech&Blech) periklana didefinisikan sebagai bentuk pembayaran dari komunikasi nonpersonal tentan sebuah organisasi, produk, pelayanan atau ide melalui sponsor yang teridentifikasi.
Fungsi-Fungsi Periklanan
Menurut Shimp (2003) Secara umum, periklanan dihargai karena dikenal sebagai pelaksana beragam fungsi komunikasi yang penting bagi perusahaan bisnis dan organisasi lainnya
1.) Informing
Periklanan membuat konsumen sadar akan merek-merek, mendidik mereka tentang fitur dan manfaat merek, serta memfasilitasi penciptaan citra merek yang positif. Katena merupakan suatu bentuk komunikasi yang efektif, berkemampuan menjangkau khalayak luas dengan biaya per kontak yang relative rendah, periklanan memfasilitasi pengenalan merek-merek baru meningkatkan jumlah permintaan terhadap merek-merek yang telah ada dan meningkatkan puncak kesadaran dalam benak konsumen untuk merek-merek yang sudah ada dalam kategori produk matang. Periklanan menampilkan peran informasi bernilai lainnya – baik untuk merek yang diiklankan maupun konsumennya- dengan mengajarkan manfaat-manfaat baru dari merek-merek yang telah ada. Praktik seperti ini disebut periklanan ekspansi pemanfaatan
2.) Persuading
Iklan yang efektif akan mampu mempersuasi (membujuk) pelanggan untuk mencoba produk dan jasa yang diiklankan. Terkadang persuasi berbentuk mempengaruhi permintaan primer - yakni, menciptakan permintaan bagi keseluruhan kategori produk. Lebih sering, iklan berupaya membangun permintaan sekunder, permintaan bagi merek perusahaan yang spesifik.
3.) Reminding
Iklan menjaga agar merek perusahaan tetap segar dalam ingatan para konsumen. Saat kebutuhan muncul, yang berhubungan dengan poduk yang diiklankan, dampak periklanan di masa lalu memingkinkan merek pengiklan untuk hadir di benak konsumen sebagai suatu kandidat merek yang akan dibeli.
4.) Adding Value (memberikan nilai tambah)
5.) Asisting (mendampingi)
Sifat Iklan
Kotler (dalam Satriojati, 2007)) menjelaskan bahwa iklan memiliki 4 sifat, yaitu
1. Presentasi umum (public presentation)
Iklan merupakan cara untuk berkomunikasi secara umum. Dengan sifat umum tersebut pemasang iklan memberikan penawaran yang terstandarisasi kepada audiens
2. Kemampuan mengajak
Iklan adalah salah satu sarana komunikasi yang memiliki kemampuan penyebaran yang luas dan memungkinkan pemasang iklan untuk mengulang pesan yang sama berulang kali. Iklan juga memungkinkan audiens menerima dan membandingkan pesan dari beberapa pesaing. Iklan yang berskal besar akan menumbuhkan kesan positif audiens terhadap ukuran, kekuatan dan keberhasilan perusahaan yang memasang iklan
3. Kemampuan berekspresi yang lebih kuat (amplified expressiveness)
Iklan juga memiliki sigat untuk mendramatisir perusahaan dan produknya melalu penggunaan gambar, suara dan warna yang penuh dengan seni
4. Tidak bersifat pribadi (impersonality)
Sifat pribadi dalam iklan ini berarti audiens tidak perlu wajib untuk memperhatikan atau menanggapi sebuah iklan. Iklan lebih cenderung berupa monolog atau komunikasi satu arah saja, bukan merupakan dialog
Tujuan iklan
Menurut Kennedy dan Soemanagara (dalam Satriojati, 2007) menulis bahwa tujuan iklan pada akhirnya meningkatkan perubahan sikap dan perilaku konsumen. Strategi komunikasi yang dirancang secara tepat akan menghasilkan tindakan yang diinginkan. Berikut adalah tujuan utama dari kegiatan periklanan.
1. Menyadarkan audiens serta member informasi mengenai sebuah barang, jasa atau ide
2. Menumbuhkan dalam diri audiens suatu perasaan suka akan barang, jasa atau ide yang disajikan dengan memberinya persepsi
3. Meyakinkan audiens akan kebenaran tentang apa yang dianjurkan dalam iklan dan karenanya menggerakkannya untuk berusaha memiliki atau menggunakan barang atau jasa yang dianjurkan.
Model Komunikasi Periklanan
Model komunikasi periklanan dikemukakan oleh Barbara Stern (dalam Lubis, 2007), dalam periklanan terdapat :
1. Sumber
a. Sponsor, secara hukum bertanggung jawab terhadap komunikasi dan mempunyai pesan yang ingin dikomuniksikan kepada konsumen sebenarnya.
b. Pencipta (author), contohnya copywriter, art director atau tim kreatif agensi periklanan
c. Juru bicara (persona)
2. Pesan
a. Autobiography menggambarkan “saya” menceritakan sebuah cerita kepada “anda” khalayak bayangan ikut mendengarkan pengalaman pribadi saya.
b. Narrative, orang ketiga menceritakan sebuah kisah tentang orang lain pada khalayak bayangan
c. Drama, karakter-karakter berakting langsung depan khalayan bayangan yang bermpati
3. Penerima pesan
a. Implie
b. Sponsoral
c. Actual consumer
Daftar Pustaka
Satriojati, Wahyu Aji Anindhiyo. 2007. Analisis Perbandingan Efektifitas Iklan Animasi dan Non Animasi: Studi Produk Low-Involvement dan High-Involvement. Universitas Indonesia : Depok
Lubis, Tania Fatima. 2007. Perbandingan Pembentukan Imej Merek Melalui Iklan Dan Event Dengan Berfokus Pada Imej Merek Sampoerna A Mild. Universitas Indonesia : Depok
Shimp, Terence A. Periklanan Promosi Aspek Tambahan Komunikasi Pemasaran Terpadu. Erlangga : Jakarta
Blech, George & Blech, Michael.2003.Advertising and Promotion an Integrated Marketing Communications Perspective. Mc Graw Hills : New York
Sunday, November 21, 2010
Sunday, October 17, 2010
Produk yang Sesuai dengan Kebutuhan Pasar
CAKRAM KERAS SEMAKIN “MOBILE” begitulah judul artikel yang mengisi rubrik telekomunikasi di Koran Kompas jumat, 15 Oktober 2010. Menurut artikel tersebut sebuah perusahaan Jepang yang berbasis di Nagoya, Buffalo, membuat produk penyimpan data yang mampu mentransfer berkas, baik video maupun foto dalam kecepatan tinggi.

Kapasitas yang tersedia paling kecil 320 GB, lainnya 500 GB. Hard disk portable yang mereka namakan MiniStation HD-PET mampu mentransfer dua kali lebih cepat dari cakram keras portable biasa. Kunci kecepatan produk Buffalo ini adalah peranti lunak TurboPC dan TurboCopy yang mampu meningkatkan kecepatan secara dramatis. Biasanya data sebesar 781 MB dapat ditransfer dalam waktu 71 detik, maka dengan TurboPC ipersingkat menjadi 34 detik. Buffalo juga menawarkan HDD portable MiniStation HD-PXT yang anti goncangan dan menyediakan enkripsi berbasis piranti keras AES 256 bit secara otomatis dengan kapasitas hingga 1 terabyte.
Menurut saya, dengan adanya memori mobile yang besar dan cepat ini dapat memudahkan dalam menyelesaikan tugas berat menggunakan notebook terutama bagi mereka yang banyak melakukan aktivitas berat secara mobile. Produk ini memenuhi kebutuhan pasar yang menginginkan kemudahan dalam aktivitas yang mobile secara cepat dan dengan kapasitas yang besar. Tidak hanya itu saja media penyimpan memori ini juga berbentuk kecil sehingga mudah dijinjing dan dibawa kemana saja.
Sumber :
Koran Kompas, Jumat 15 Oktober 2010
Kapasitas yang tersedia paling kecil 320 GB, lainnya 500 GB. Hard disk portable yang mereka namakan MiniStation HD-PET mampu mentransfer dua kali lebih cepat dari cakram keras portable biasa. Kunci kecepatan produk Buffalo ini adalah peranti lunak TurboPC dan TurboCopy yang mampu meningkatkan kecepatan secara dramatis. Biasanya data sebesar 781 MB dapat ditransfer dalam waktu 71 detik, maka dengan TurboPC ipersingkat menjadi 34 detik. Buffalo juga menawarkan HDD portable MiniStation HD-PXT yang anti goncangan dan menyediakan enkripsi berbasis piranti keras AES 256 bit secara otomatis dengan kapasitas hingga 1 terabyte.
Menurut saya, dengan adanya memori mobile yang besar dan cepat ini dapat memudahkan dalam menyelesaikan tugas berat menggunakan notebook terutama bagi mereka yang banyak melakukan aktivitas berat secara mobile. Produk ini memenuhi kebutuhan pasar yang menginginkan kemudahan dalam aktivitas yang mobile secara cepat dan dengan kapasitas yang besar. Tidak hanya itu saja media penyimpan memori ini juga berbentuk kecil sehingga mudah dijinjing dan dibawa kemana saja.
Sumber :
Koran Kompas, Jumat 15 Oktober 2010
Sunday, October 10, 2010
PSIKOLOGI KONSUMEN
Perbedaan konsumsi, konsumen, konsumerism, konsumtif
Konsumsi adalah setiap tindakan untuk mengurangi atau menghabiskan guna ekonomi suatu benda. Konsumsi adalah suatu kegiatan manusia yang secara langsung menggunakan barang dan jasa untuk memenuhi kebutuhannya dengan tujuan untuk memperoleh kepuasan yang berakibat mengurangi ataupun menghabiskan nilai guna suatu barang/jasa.
Contoh dari kegiatan konsumsi antara lain: makan, minum, naik kendaraan umum, menonton film di bioskop, memakan makanan, memakai baju, mengendarai sepeda motor, menempati rumah.
Konsumen adalah orang yang melakukan tindakan konsumsi. Contoh : seorang wanita berbelanja di toko baju. Wanita tersebut disebut konsumen.
Konsumerisme adalah paham atau ideologi yang menjadikan seseorang atau kelompok melakukan atau menjalankan proses konsumsi atau pemakaian barang-barang hasil produksi secara berlebihan atau tidak sepantasnya secara sadar dan berkelanjutan. Hal tersebut menjadikan manusia menjadi pecandu dari suatu produk, sehingga ketergantungan tersebut tidak dapat atau susah untuk dihilangkan. Sifat konsumtif yang ditimbulkan akan menjadikan penyakit jiwa yang tanpa sadar menjangkit manusia dalam kehidupannya. contoh : wanita yang shopaholic
Konsumtif perilaku yang boros, yang mengonsumsi barang atau jasa secara berlebihan. Dalam artian luas konsumtif adalah perilaku berkonsumsi yang boros dan berlebihan, yang lebih mendahulukan keinginan daripada kebutuhan, serta tidak ada skala prioritas atau juga dapat diartikan sebagai gaya hidup yang bermewah-mewah. Orang yang konsumtif dapat dikatakan tidak lagi mempertimbangkan fungsi atau kegunaan ketika membeli barang melainkan mempertimbangkan prestise yang melekat pada barang tersebut.
Psikologi konsumen & perilaku konsumen
Psikologi konsumen adalah studi yang mempelajari bagaimana konsumen mengetahui, mengenali barang dan jasa yang ditawarkan di pasar, bagaimana konsumen mengetahui dan mengenali barang dan jasa yang baik, bagaimana konsumen sampai pada keputusan untuk membeli barang dan jasa yang dianggap bermanfaat.
Psikologi konsumen merujuk pada studi tentang bagaimana orang berhubungan dengan barang dan jasa yang mereka gunakan dalam kehidupan sehari-hari mereka. Juga dikenal sebagai studi tentang perilaku konsumen, psikologi konsumen memberikan kesempatan untuk meneliti masalah-masalah seperti faktor-faktor apa yang paling penting ketika orang memutuskan untuk membeli item tertentu, bagaimana pelanggan menentukan nilai layanan, dan apakah atau tidak televisi dan majalah iklan dapat meyakinkan konsumen enggan untuk mencoba produk baru untuk pertama kalinya. psikologi konsumen berusaha untuk menggambarkan dan menjelaskan perilaku konsumen, meskipun beberapa psikolog konsumen akan berusaha untuk memprediksi atau mempengaruhi keputusan pelanggan.
Sasaran utama psikologi konsumen adalah menjelaskan perilaku konsumen misalnya menguraikan macam pilihan apa yang dibuat orang, di bawah macam keadaan apa dan dengan alasan-alasan apa.
Perilaku konsumen adalah studi individual, kelompok atau organisasi dalam proses memilih, mengamankan, menggunakan, menghabiskan suatu produk, pelayanan, pengalaman atau ide-ide untuk kebutuhan kepuasan dan dampak proses-proses ini pada konsumen dan masyarakat.
Untuk lebih sederhana perilaku konsumen adalah studi tentang kapan, mengapa, bagaimana, dimana orang-orang membeeli atau tidak membeli suatu produk. Melalui studi kita dapat mengerti proses pengambilan keputusan dari pembeli secara individu maupun dalam kelompok.
Perilaku konsumen mempelajari karakteristik-karakteristik perilaku individu seperti demografik, dan variabel-variabel perilaku dalam mencoba untuk mengerti keinginan orang-orang juga mencoba mengukur pengaruh kelompok seperti keluarga terhadap konsumen
5 perangkat variable yang menentukan dan mempengaruhi perilaku konsumen,yaitu :
1. Kondisi-kondisin yang memungkinkan (enabling conditions) yang menetapkan batas-batas kemampuannya sebagai konsumen, misalnya penghasilannya, asetnya, dapat diperolehnya kredit.
2. Keadaan-keadaan yang mempercepat yang mempengaruhi perilaku ekonomi, seperti peningkatan atau penurunan daya beli (dapat hadiah uang atau tiba-tiba di PHK), perubahan status keluarga (menikah), pindah ke rumah baru
3. Kebiasaan memainkan peran yang penting. Misalnya dalam membeli makanan, sabun, rokok dan sebagainya
4. Kewajiban-kewajiban perjanjian dari orang ( seperti sewa premium asuransi jiwa, pajak, bayar cicilan untuk mobil) mempengaruhi perilaku ekonomi
5. Keadaan psikologikal konsumen
Terdapat beberapa faktor yang dapat mempengaruhi perilaku konsumen ,yaitu:
1. Faktor internal, misalnya demografik, psikografik (gaya hidup), kepribadian, motivasi, pengetahuan, sikap, keyakinan, perasaan.
2. Faktor eksternal, misalnya kultur, subkultur, tempat, pendapatan, etnis, keluarga, kelas sosial, kelompok
Pengaruh lingkungan terhadap konsumen dibagi menjadi 2 bagian:
1. Stimulus marketing. Misalnya : produk, harga, tempat dan promosi
2. Stimulus lingkungan. Misalnya : ekonomi, teknologi, politik, kultur, demografik, natural
sumber :
Novi Indah Earlyanti. (unknown). http://www.e-dukasi.net/mapok/mp_full.php?id=178
Wikipedia. (2010, September). Konsumerisme. http://id.wikipedia.org/wiki/Konsumerisme
Wikipedia. (2010, September. Consumer Behavior. http://en.wikipedia.org/wiki/Consumer_behaviour
Anonim. (2010, September). What is consumer psychology?. http://www.wisegeek.com/what-is-consumer-psychology.htm
Munandar, A. S. (2001). Psikologi industri dan organisasi. Jakarta: Universitas Indonesia (UI-Press)
Konsumsi adalah setiap tindakan untuk mengurangi atau menghabiskan guna ekonomi suatu benda. Konsumsi adalah suatu kegiatan manusia yang secara langsung menggunakan barang dan jasa untuk memenuhi kebutuhannya dengan tujuan untuk memperoleh kepuasan yang berakibat mengurangi ataupun menghabiskan nilai guna suatu barang/jasa.
Contoh dari kegiatan konsumsi antara lain: makan, minum, naik kendaraan umum, menonton film di bioskop, memakan makanan, memakai baju, mengendarai sepeda motor, menempati rumah.
Konsumen adalah orang yang melakukan tindakan konsumsi. Contoh : seorang wanita berbelanja di toko baju. Wanita tersebut disebut konsumen.
Konsumerisme adalah paham atau ideologi yang menjadikan seseorang atau kelompok melakukan atau menjalankan proses konsumsi atau pemakaian barang-barang hasil produksi secara berlebihan atau tidak sepantasnya secara sadar dan berkelanjutan. Hal tersebut menjadikan manusia menjadi pecandu dari suatu produk, sehingga ketergantungan tersebut tidak dapat atau susah untuk dihilangkan. Sifat konsumtif yang ditimbulkan akan menjadikan penyakit jiwa yang tanpa sadar menjangkit manusia dalam kehidupannya. contoh : wanita yang shopaholic
Konsumtif perilaku yang boros, yang mengonsumsi barang atau jasa secara berlebihan. Dalam artian luas konsumtif adalah perilaku berkonsumsi yang boros dan berlebihan, yang lebih mendahulukan keinginan daripada kebutuhan, serta tidak ada skala prioritas atau juga dapat diartikan sebagai gaya hidup yang bermewah-mewah. Orang yang konsumtif dapat dikatakan tidak lagi mempertimbangkan fungsi atau kegunaan ketika membeli barang melainkan mempertimbangkan prestise yang melekat pada barang tersebut.
Psikologi konsumen & perilaku konsumen
Psikologi konsumen adalah studi yang mempelajari bagaimana konsumen mengetahui, mengenali barang dan jasa yang ditawarkan di pasar, bagaimana konsumen mengetahui dan mengenali barang dan jasa yang baik, bagaimana konsumen sampai pada keputusan untuk membeli barang dan jasa yang dianggap bermanfaat.
Psikologi konsumen merujuk pada studi tentang bagaimana orang berhubungan dengan barang dan jasa yang mereka gunakan dalam kehidupan sehari-hari mereka. Juga dikenal sebagai studi tentang perilaku konsumen, psikologi konsumen memberikan kesempatan untuk meneliti masalah-masalah seperti faktor-faktor apa yang paling penting ketika orang memutuskan untuk membeli item tertentu, bagaimana pelanggan menentukan nilai layanan, dan apakah atau tidak televisi dan majalah iklan dapat meyakinkan konsumen enggan untuk mencoba produk baru untuk pertama kalinya. psikologi konsumen berusaha untuk menggambarkan dan menjelaskan perilaku konsumen, meskipun beberapa psikolog konsumen akan berusaha untuk memprediksi atau mempengaruhi keputusan pelanggan.
Sasaran utama psikologi konsumen adalah menjelaskan perilaku konsumen misalnya menguraikan macam pilihan apa yang dibuat orang, di bawah macam keadaan apa dan dengan alasan-alasan apa.
Perilaku konsumen adalah studi individual, kelompok atau organisasi dalam proses memilih, mengamankan, menggunakan, menghabiskan suatu produk, pelayanan, pengalaman atau ide-ide untuk kebutuhan kepuasan dan dampak proses-proses ini pada konsumen dan masyarakat.
Untuk lebih sederhana perilaku konsumen adalah studi tentang kapan, mengapa, bagaimana, dimana orang-orang membeeli atau tidak membeli suatu produk. Melalui studi kita dapat mengerti proses pengambilan keputusan dari pembeli secara individu maupun dalam kelompok.
Perilaku konsumen mempelajari karakteristik-karakteristik perilaku individu seperti demografik, dan variabel-variabel perilaku dalam mencoba untuk mengerti keinginan orang-orang juga mencoba mengukur pengaruh kelompok seperti keluarga terhadap konsumen
5 perangkat variable yang menentukan dan mempengaruhi perilaku konsumen,yaitu :
1. Kondisi-kondisin yang memungkinkan (enabling conditions) yang menetapkan batas-batas kemampuannya sebagai konsumen, misalnya penghasilannya, asetnya, dapat diperolehnya kredit.
2. Keadaan-keadaan yang mempercepat yang mempengaruhi perilaku ekonomi, seperti peningkatan atau penurunan daya beli (dapat hadiah uang atau tiba-tiba di PHK), perubahan status keluarga (menikah), pindah ke rumah baru
3. Kebiasaan memainkan peran yang penting. Misalnya dalam membeli makanan, sabun, rokok dan sebagainya
4. Kewajiban-kewajiban perjanjian dari orang ( seperti sewa premium asuransi jiwa, pajak, bayar cicilan untuk mobil) mempengaruhi perilaku ekonomi
5. Keadaan psikologikal konsumen
Terdapat beberapa faktor yang dapat mempengaruhi perilaku konsumen ,yaitu:
1. Faktor internal, misalnya demografik, psikografik (gaya hidup), kepribadian, motivasi, pengetahuan, sikap, keyakinan, perasaan.
2. Faktor eksternal, misalnya kultur, subkultur, tempat, pendapatan, etnis, keluarga, kelas sosial, kelompok
Pengaruh lingkungan terhadap konsumen dibagi menjadi 2 bagian:
1. Stimulus marketing. Misalnya : produk, harga, tempat dan promosi
2. Stimulus lingkungan. Misalnya : ekonomi, teknologi, politik, kultur, demografik, natural
sumber :
Novi Indah Earlyanti. (unknown). http://www.e-dukasi.net/mapok/mp_full.php?id=178
Wikipedia. (2010, September). Konsumerisme. http://id.wikipedia.org/wiki/Konsumerisme
Wikipedia. (2010, September. Consumer Behavior. http://en.wikipedia.org/wiki/Consumer_behaviour
Anonim. (2010, September). What is consumer psychology?. http://www.wisegeek.com/what-is-consumer-psychology.htm
Munandar, A. S. (2001). Psikologi industri dan organisasi. Jakarta: Universitas Indonesia (UI-Press)
Tuesday, March 30, 2010
Sebab-sebab dan Pencegahan Kecelakaan
SEBAB SEBAB KECELAKAAN
Berdasarkan konsepsi sebab kecelakaan tersebut diatas, maka ditinjau dari sudut keselamatan kerja unsur-unsur penyebab kecelakaan kerja mencakup 5 M yaitu :
1. Manusia.
2. Manajemen ( unsur pengatur ).
3. Material ( bahan-bahan ).
4. Mesin ( peralatan ).
5. Medan ( tempat kerja / lingkungan kerja ).
Semua unsur tersebut saling berhubungan dan membentuk suatu sistem tersendiri. Ketimpangan pada salah satu atau lebih unsur tersebut akan menimbulkan kecelakaan / kerugian. Berikut contoh bentuk-bentuk ketimpangan unsur 5M tersebut.:
1. Unsur Manusia, antara lain :
» Tidak adanya unsur keharmonisan antar tenaga kerja maupun dengan pimpinan.
» Kurangya pengetahuan / keterampilan.
» ketidakmampuan fisik / mental.
» Kurangnya motivasi.
2. Unsur Manajemen, antara lain :
» Kurang pengawasan.
» Struktur organisasi yang tidak jelas dan kurang tepat.
» Kesalahan prosedur operasi.
» Kesalahan pembinaan pekerja.
3. Unsur Material, antara lain :
» Adanya bahan beracun / mudah terbakar.
» Adanya bahan yang mengandung korosif.
4. Unsur Mesin, antara lain :
» Cacat pada waktu proses pembuatan.
» Kerusakan karena pengolahan.
» Kesalahan perencanaan.
5. Unsur Medan, antara lain :
» Penerangan tidak tepat ( silau atau gelap ).
» Ventilasi buruk dan housekeeping yang jelek.
PENCEGAHAN KECELAKAAN
Berdasarkan uraian diatas, maka kecelakaan terjadi karena adanya ketimpangan dalam unsur 5M, yang dapat dikelompokan menjadi tiga kelompok yang saling terkait, yaitu :
Manusia, Perangkat keras dan Perangkat lunak. Oleh karena itu dalam melaksanakan pencegahan dan pengendalian kecelakaan adalah dengan pendekatan kepada ketiga unsur kelompok tersebut, yaitu :
1. Pendekatan terhadap kelemahan pada unsur manusia, antara lain :
a. Pemilihan / penempatan pegawai secara tepat agar diperoleh keserasian antara bakat dan kemampuan fisik pekerja dengan tugasnya.
b. Pembinaan pengetahuan dan keterampilan melalui training yang relevan dengan pekerjaannya.
c. Pembinaan motivasi agar tenaga kerja bersikap dan bertndak sesuai dengan keperluan perusahaan.
d. Pengarahan penyaluran instruksi dan informasi yang lengkap dan jelas.
e. Pengawasan dan disiplin yang wajar.
2. Pendekatan terhadap kelemahan pada perangkat keras, antara lain :
a. Perancangan, pembangunan, pengendalian, modifikasi, peralatan kilang, mesin-mesin harus memperhitungkan keselamatan kerja.
b. Pengelolaan penimbunan, pengeluaran, penyaluran, pengangkutan, penyusunan, penyimpanan dan penggunaan bahan produksi secara tepat sesuai dengan standar keselamatan kerja yang berlaku.
c. Pemeliharaan tempat kerja tetap bersih dan aman untuk pekerja.
d. Pembuangan sisa produksi dengan memperhitungkan kelestarian lingkungan.
e. Perencanaan lingkungan kerja sesuai dengan kemampuan manusia.
3. Pendekatan terhadap kelemahan pada perangkat lunak, harus melibatkan seluruh level manajemen, antara lain :
a. Penyebaran, pelaksanaan dan pengawasan dari safety policy.
b. Penentuan struktur pelimpahan wewenang dan pembagian tanggung jawab.
c. Penentuan pelaksanaan pengawasan, melaksanakan dan mengawasi sistem/prosedur kerja yang benar.
d. Pembuatan sistem pengendalian bahaya.
e. Perencanaan sistem pemeliharaan, penempatan dan pembinaan pekerja yang terpadu.
f. Penggunaan standard/code yang dapat diandalkan.
g. Pembuatan sistem pemantauan untuk mengetahui ketimpangan yang ada.
Berdasarkan konsepsi sebab kecelakaan tersebut diatas, maka ditinjau dari sudut keselamatan kerja unsur-unsur penyebab kecelakaan kerja mencakup 5 M yaitu :
1. Manusia.
2. Manajemen ( unsur pengatur ).
3. Material ( bahan-bahan ).
4. Mesin ( peralatan ).
5. Medan ( tempat kerja / lingkungan kerja ).
Semua unsur tersebut saling berhubungan dan membentuk suatu sistem tersendiri. Ketimpangan pada salah satu atau lebih unsur tersebut akan menimbulkan kecelakaan / kerugian. Berikut contoh bentuk-bentuk ketimpangan unsur 5M tersebut.:
1. Unsur Manusia, antara lain :
» Tidak adanya unsur keharmonisan antar tenaga kerja maupun dengan pimpinan.
» Kurangya pengetahuan / keterampilan.
» ketidakmampuan fisik / mental.
» Kurangnya motivasi.
2. Unsur Manajemen, antara lain :
» Kurang pengawasan.
» Struktur organisasi yang tidak jelas dan kurang tepat.
» Kesalahan prosedur operasi.
» Kesalahan pembinaan pekerja.
3. Unsur Material, antara lain :
» Adanya bahan beracun / mudah terbakar.
» Adanya bahan yang mengandung korosif.
4. Unsur Mesin, antara lain :
» Cacat pada waktu proses pembuatan.
» Kerusakan karena pengolahan.
» Kesalahan perencanaan.
5. Unsur Medan, antara lain :
» Penerangan tidak tepat ( silau atau gelap ).
» Ventilasi buruk dan housekeeping yang jelek.
PENCEGAHAN KECELAKAAN
Berdasarkan uraian diatas, maka kecelakaan terjadi karena adanya ketimpangan dalam unsur 5M, yang dapat dikelompokan menjadi tiga kelompok yang saling terkait, yaitu :
Manusia, Perangkat keras dan Perangkat lunak. Oleh karena itu dalam melaksanakan pencegahan dan pengendalian kecelakaan adalah dengan pendekatan kepada ketiga unsur kelompok tersebut, yaitu :
1. Pendekatan terhadap kelemahan pada unsur manusia, antara lain :
a. Pemilihan / penempatan pegawai secara tepat agar diperoleh keserasian antara bakat dan kemampuan fisik pekerja dengan tugasnya.
b. Pembinaan pengetahuan dan keterampilan melalui training yang relevan dengan pekerjaannya.
c. Pembinaan motivasi agar tenaga kerja bersikap dan bertndak sesuai dengan keperluan perusahaan.
d. Pengarahan penyaluran instruksi dan informasi yang lengkap dan jelas.
e. Pengawasan dan disiplin yang wajar.
2. Pendekatan terhadap kelemahan pada perangkat keras, antara lain :
a. Perancangan, pembangunan, pengendalian, modifikasi, peralatan kilang, mesin-mesin harus memperhitungkan keselamatan kerja.
b. Pengelolaan penimbunan, pengeluaran, penyaluran, pengangkutan, penyusunan, penyimpanan dan penggunaan bahan produksi secara tepat sesuai dengan standar keselamatan kerja yang berlaku.
c. Pemeliharaan tempat kerja tetap bersih dan aman untuk pekerja.
d. Pembuangan sisa produksi dengan memperhitungkan kelestarian lingkungan.
e. Perencanaan lingkungan kerja sesuai dengan kemampuan manusia.
3. Pendekatan terhadap kelemahan pada perangkat lunak, harus melibatkan seluruh level manajemen, antara lain :
a. Penyebaran, pelaksanaan dan pengawasan dari safety policy.
b. Penentuan struktur pelimpahan wewenang dan pembagian tanggung jawab.
c. Penentuan pelaksanaan pengawasan, melaksanakan dan mengawasi sistem/prosedur kerja yang benar.
d. Pembuatan sistem pengendalian bahaya.
e. Perencanaan sistem pemeliharaan, penempatan dan pembinaan pekerja yang terpadu.
f. Penggunaan standard/code yang dapat diandalkan.
g. Pembuatan sistem pemantauan untuk mengetahui ketimpangan yang ada.
Thursday, March 25, 2010
KELELAHAN/KELETIHAN KERJA
Kelelahan adalah suatu mekanisme control psikologis yang menagtur tingkah laku bekerja, yang berawal dari pekerja fisik tau mental. Kelelahan akibat fisik dan mental dapat berupa kurang tidur, kurang bertenaga, gangguan konsentrasi, sulit mengambil keputusan, mudah marah, frustasi depresi, bingung dan meningkatnya resiko kecelakaan. Dengan demikian kelelahan akan menyebabkan penurunan kapasitas kerja dan resistensi kerja.
Grandjean (1988) juga mengklasifikasikan kelelahan ke dalam 7 bagian yaitu:
1. Kelelahan visual, kelelahan pada penglihatan
2. Kelelahan tubuh secara umum, yaitu kelelahan akibat beban fisik yang berlebihan
3. Kelelahan mental, yaitu kelelahan yang disebabkan oleh pekerjaan mental atau intelektual
4. Kelelahan syaraf, yaitu kelelahan yang disebabkan oleh tekanan berlebihan pada salah satu bagian sistem psikomotor, seperti pada pekerjaan yang membutuhkan keterampilan
5. Pekerjaan yang bersifat monoton
6. Kelelahan kronis, yaitu kelelahan akibat akumulasi efek jangka panjang
7. Kelelahan sirkadian, yaitu bagian dari ritme siang-malam, dan memulai periode tidur yang baru
faktor-faktor yang mempengaruhi kelelahan
1. Faktor internal
a. Umur tenaga kerja
b. Masa kerja
c. Status gizi
d. Olahraga
e. Kebiasaan merokok
f. Kebiasaan minum alcohol dan penyalahgunaan obat
g. Gangguan musculoskeletal
2. faktor eksternal
a. tinggi meja kerja
b. iklim kerja
c. pencahayaan tempat kerja
d. tingkat pendapatan
e. kesempatan merubah sikap/posisi bekerja
f. pemakaian sepatu
g. kondisi lantai
h. shift kerja
Grandjean (1988) juga mengklasifikasikan kelelahan ke dalam 7 bagian yaitu:
1. Kelelahan visual, kelelahan pada penglihatan
2. Kelelahan tubuh secara umum, yaitu kelelahan akibat beban fisik yang berlebihan
3. Kelelahan mental, yaitu kelelahan yang disebabkan oleh pekerjaan mental atau intelektual
4. Kelelahan syaraf, yaitu kelelahan yang disebabkan oleh tekanan berlebihan pada salah satu bagian sistem psikomotor, seperti pada pekerjaan yang membutuhkan keterampilan
5. Pekerjaan yang bersifat monoton
6. Kelelahan kronis, yaitu kelelahan akibat akumulasi efek jangka panjang
7. Kelelahan sirkadian, yaitu bagian dari ritme siang-malam, dan memulai periode tidur yang baru
faktor-faktor yang mempengaruhi kelelahan
1. Faktor internal
a. Umur tenaga kerja
b. Masa kerja
c. Status gizi
d. Olahraga
e. Kebiasaan merokok
f. Kebiasaan minum alcohol dan penyalahgunaan obat
g. Gangguan musculoskeletal
2. faktor eksternal
a. tinggi meja kerja
b. iklim kerja
c. pencahayaan tempat kerja
d. tingkat pendapatan
e. kesempatan merubah sikap/posisi bekerja
f. pemakaian sepatu
g. kondisi lantai
h. shift kerja
Masalah-Masalah pada Pekerja Shift
Bekerja selama berjam-jam dari mulai tengah malam sampai jam 5 pagi berpeluang mengganggu ritme sirkadia atau circadian rythme (siklus bangun dan tidur normal). Hal ini dapat membuat anda terjaga saat waktunya tidur keesokan harinya dan juga membuat anda tertidur di tengah pekerjaan anda selanjutnya. Sulit sekali untuk menghilangkan atau mengubah jam sirkadia internal. Tidak mengherankan bahwa 10-20% pekerja shift dilaporkan jatuh tertidur saat bekerja, biasanya saat shift paruh kedua
Kurangnya tidur membawa pengaruh buruk, kemampuan berpikir dan bergerak akan menjadi lambat, membuat lebih banyak melakukan kesalahan dan kesulitan dalam hal mengingat sesuatu. Efek negative ini memicu menurunkan produktivitas kerja dan bisa menyebabkan kecelakaan kerja.
Masalah-masalah medis pekerja shift
1. Kesulitan tidur dan bangun
• Kesulitan untuk bisa tertidur dan bangun
• Kesulitan untuk mempertahankan tidur
• Insomnia kronis
• Meningkatnya konsumsi pil tidur
• Kesulitan tetap terjaga pada saat bekerja
Suatu hasil studi menunjukkan bahwa diantara sepertiga dan dua per tiga dari pekerja shift dilaporkan jatuh tertidur setidaknya seminggu sekali pada saat bekerja.
2. Masalah gastrointestinal
Ketidaknyamanan umum pada lambung
Penyakit gastrointestinal, seperti radang lambung dan usus dua belas jari timbul lebih sering di antara pekerja shift
3. Masalah kadiovaskular
Sumber : Rafiudin,Rahmat.Insomnia & Gangguan Tidur.Jakarta : Elex Media Komputindo
Kurangnya tidur membawa pengaruh buruk, kemampuan berpikir dan bergerak akan menjadi lambat, membuat lebih banyak melakukan kesalahan dan kesulitan dalam hal mengingat sesuatu. Efek negative ini memicu menurunkan produktivitas kerja dan bisa menyebabkan kecelakaan kerja.
Masalah-masalah medis pekerja shift
1. Kesulitan tidur dan bangun
• Kesulitan untuk bisa tertidur dan bangun
• Kesulitan untuk mempertahankan tidur
• Insomnia kronis
• Meningkatnya konsumsi pil tidur
• Kesulitan tetap terjaga pada saat bekerja
Suatu hasil studi menunjukkan bahwa diantara sepertiga dan dua per tiga dari pekerja shift dilaporkan jatuh tertidur setidaknya seminggu sekali pada saat bekerja.
2. Masalah gastrointestinal
Ketidaknyamanan umum pada lambung
Penyakit gastrointestinal, seperti radang lambung dan usus dua belas jari timbul lebih sering di antara pekerja shift
3. Masalah kadiovaskular
Sumber : Rafiudin,Rahmat.Insomnia & Gangguan Tidur.Jakarta : Elex Media Komputindo
Monday, March 8, 2010
ANTROPOMETRI ERGONOMIS
Antropometri merupakan bidang ilmu yang berhubungan dengan dimensi tubuh manusia. Dimensi-dimensi ini dibagi menjadi kelompok statistika dan ukuran persentil. Jika seratus orang berdiri berjajar dari yang terkecil sampai terbesar dalam suatu urutan, hal ini akan dapat diklasifikasikan dari 1 percentile sampai 100 percentile. Data dimensi manusia ini sangat berguna dalam perancangan produk dengan tujuan mencari keserasian produk dengan manusia yang memakainya. Pemakaian data-data tersebut agar dapat mengusahakan alat-alat yang akan digunakan dapat disesuaikan dengan pemakaian manusia. Bukan manusia yang harus menyesuaikan dengan alat-alat tersebut. Hal ini dibuat agar tidak terjadi kesalahan kerja atau bahaya terhadap pemakainya.
Data antropometri merupakan data ukuran dimensi tubuh manusia. Data antropometri sangat berguna alam perancangan suatu produk dengan tujuan mencari keserasian produk dengan manusia yang menggunakannya. Dengan demikian tidak hanya memberi kepuasan pada pengguna produk saja, tetapi juga pada pembuat produk.
Untuk mendisain produk secara ergonomis yang digunakan dalam kehidupan sehari-hari atau mendesain produk yang ada pada lingkungan haruslah disesuaikan dengan antropometri manusia yang ada di lingkungan itu sebab bila tidak sesuai maka akan menimbulkan berbagai dampak negatip yang akan terjadi baik dalam waktu jangka pendek maupun jangka panjang
Berikut adalah penelitian yang berkaitan dengan antropometri : Dampak ketidakserasian antara meja dan kursi sekolah dengan ukuran tubuh anak sekolah merupakan salah satu kendala dalam upaya meningkatkan sumber daya manusia yang berkualitas. Akibat dari meja dan kursi sekolah yang tidak sesuai dengan ukuran tubuh anak sekolah antara lain dapat mengakibatkan anak cepat mengalami kelelahan, perasaan tidak nyaman, kurang konsentrasi dan mengantuk pada waktu kegiatan belajar disekolah. Berdasarkan hasil kuesioner terhadap siswa SMA Negeri 1 Gemolong bahwa 76,7% responden menyatakan posisi belajar tidak nyaman dengan meja dan kursi yang ada sekarang. Hasil Nordic Body Map menyatakan adanya keluhan pada anggota tubuh siswa diantaranya leher sakit 81,7%, bahu pegal 70,8%, punggung pegal 76,7%, pantat sakit 44,2%, tangan dan jari pegal 69,2%, lutut sakit 61,7%, kaki pegal 80,8%.
Penelitian berikut merupakan penelitian yang dilakukan untuk melihat memperbaiki ketidakergonomisan di dapur rumah tinggal. Kegiatan masak memasak dapat dikatagorikan pekerjaan setengah berat. Bekerja di dapur adalah suatu pekerjaan yang melelahkan. Sikap kerja paksa akibat menggunakan peralatan yang kurang cocok dengan persyaratan ergonomi akan mengakibatkan tubuh merasa lelah yang dapat mengganggu kesehatan.
Untuk mengatasi hal tersebut dilakukan perbaikan yaitu dengan menyesuaikan tinggi bidang kerja dengan jalan meninggikan lantai kerja sesuai ukuran antropometri pekerja. Tinggi bidang kerja adalah 10 cm di bawah tinggi siku pekerja. Perbaikan ini diharapkan dapat mengubah sikap kerja yang tidak ergonomis menjadi ergonomis.Dengan menggunakan Pre test and post test group design, penelitian ini dilaksanakan dan besarnya sampel sebanyak 21 subyek, dipilih dengan teknik random sederhana. Uji statistik yang dipakai “student t-test”. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa perbaikan sikap kerja mengurangi keluhan pada sistem otot rangka sebesar 23,96 % (p < 0,05) dan menurunkan denyut nadi kerja sebesar 23,13% (p> 0,05)
Dari penelitian ini dapat disimpulkan bahwa dengan perbaikan sikap kerja dapat menurunkan beban kerja berupa beban tambahan, berarti bahwa dengan menggunakan dapur yang ergonomi akan mendapatkan kenyamanan bagi penghuninya.
Sumber :
Priyono, Ari. Perancangan ulang meja dan kursi belajar ditinjau dari aspek ergonomi (Studi Kasus Di SMA Negeri 1 Gemolong)
Soewarno, Aik. Dapur Rumah Tinggal Yang Ergonomis Bagi Penghuninya.Bali : Universitas Udayana.
Widagdo, Suharyo, Liliana.Y.P, Ahmad Abtokhi. 2007.Pertimbangan Antropometri Pada Pendisainan. Yogyakarta: Sekolah Tinggi Teknologi Nuklir
Data antropometri merupakan data ukuran dimensi tubuh manusia. Data antropometri sangat berguna alam perancangan suatu produk dengan tujuan mencari keserasian produk dengan manusia yang menggunakannya. Dengan demikian tidak hanya memberi kepuasan pada pengguna produk saja, tetapi juga pada pembuat produk.
Untuk mendisain produk secara ergonomis yang digunakan dalam kehidupan sehari-hari atau mendesain produk yang ada pada lingkungan haruslah disesuaikan dengan antropometri manusia yang ada di lingkungan itu sebab bila tidak sesuai maka akan menimbulkan berbagai dampak negatip yang akan terjadi baik dalam waktu jangka pendek maupun jangka panjang
Berikut adalah penelitian yang berkaitan dengan antropometri : Dampak ketidakserasian antara meja dan kursi sekolah dengan ukuran tubuh anak sekolah merupakan salah satu kendala dalam upaya meningkatkan sumber daya manusia yang berkualitas. Akibat dari meja dan kursi sekolah yang tidak sesuai dengan ukuran tubuh anak sekolah antara lain dapat mengakibatkan anak cepat mengalami kelelahan, perasaan tidak nyaman, kurang konsentrasi dan mengantuk pada waktu kegiatan belajar disekolah. Berdasarkan hasil kuesioner terhadap siswa SMA Negeri 1 Gemolong bahwa 76,7% responden menyatakan posisi belajar tidak nyaman dengan meja dan kursi yang ada sekarang. Hasil Nordic Body Map menyatakan adanya keluhan pada anggota tubuh siswa diantaranya leher sakit 81,7%, bahu pegal 70,8%, punggung pegal 76,7%, pantat sakit 44,2%, tangan dan jari pegal 69,2%, lutut sakit 61,7%, kaki pegal 80,8%.
Penelitian berikut merupakan penelitian yang dilakukan untuk melihat memperbaiki ketidakergonomisan di dapur rumah tinggal. Kegiatan masak memasak dapat dikatagorikan pekerjaan setengah berat. Bekerja di dapur adalah suatu pekerjaan yang melelahkan. Sikap kerja paksa akibat menggunakan peralatan yang kurang cocok dengan persyaratan ergonomi akan mengakibatkan tubuh merasa lelah yang dapat mengganggu kesehatan.
Untuk mengatasi hal tersebut dilakukan perbaikan yaitu dengan menyesuaikan tinggi bidang kerja dengan jalan meninggikan lantai kerja sesuai ukuran antropometri pekerja. Tinggi bidang kerja adalah 10 cm di bawah tinggi siku pekerja. Perbaikan ini diharapkan dapat mengubah sikap kerja yang tidak ergonomis menjadi ergonomis.Dengan menggunakan Pre test and post test group design, penelitian ini dilaksanakan dan besarnya sampel sebanyak 21 subyek, dipilih dengan teknik random sederhana. Uji statistik yang dipakai “student t-test”. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa perbaikan sikap kerja mengurangi keluhan pada sistem otot rangka sebesar 23,96 % (p < 0,05) dan menurunkan denyut nadi kerja sebesar 23,13% (p> 0,05)
Dari penelitian ini dapat disimpulkan bahwa dengan perbaikan sikap kerja dapat menurunkan beban kerja berupa beban tambahan, berarti bahwa dengan menggunakan dapur yang ergonomi akan mendapatkan kenyamanan bagi penghuninya.
Sumber :
Priyono, Ari. Perancangan ulang meja dan kursi belajar ditinjau dari aspek ergonomi (Studi Kasus Di SMA Negeri 1 Gemolong)
Soewarno, Aik. Dapur Rumah Tinggal Yang Ergonomis Bagi Penghuninya.Bali : Universitas Udayana.
Widagdo, Suharyo, Liliana.Y.P, Ahmad Abtokhi. 2007.Pertimbangan Antropometri Pada Pendisainan. Yogyakarta: Sekolah Tinggi Teknologi Nuklir
Subscribe to:
Posts (Atom)

.jpg)