Sunday, October 10, 2010

PSIKOLOGI KONSUMEN

Perbedaan konsumsi, konsumen, konsumerism, konsumtif

Konsumsi adalah setiap tindakan untuk mengurangi atau menghabiskan guna ekonomi suatu benda. Konsumsi adalah suatu kegiatan manusia yang secara langsung menggunakan barang dan jasa untuk memenuhi kebutuhannya dengan tujuan untuk memperoleh kepuasan yang berakibat mengurangi ataupun menghabiskan nilai guna suatu barang/jasa.
Contoh dari kegiatan konsumsi antara lain: makan, minum, naik kendaraan umum, menonton film di bioskop, memakan makanan, memakai baju, mengendarai sepeda motor, menempati rumah.

Konsumen adalah orang yang melakukan tindakan konsumsi. Contoh : seorang wanita berbelanja di toko baju. Wanita tersebut disebut konsumen.

Konsumerisme adalah paham atau ideologi yang menjadikan seseorang atau kelompok melakukan atau menjalankan proses konsumsi atau pemakaian barang-barang hasil produksi secara berlebihan atau tidak sepantasnya secara sadar dan berkelanjutan. Hal tersebut menjadikan manusia menjadi pecandu dari suatu produk, sehingga ketergantungan tersebut tidak dapat atau susah untuk dihilangkan. Sifat konsumtif yang ditimbulkan akan menjadikan penyakit jiwa yang tanpa sadar menjangkit manusia dalam kehidupannya. contoh : wanita yang shopaholic

Konsumtif perilaku yang boros, yang mengonsumsi barang atau jasa secara berlebihan. Dalam artian luas konsumtif adalah perilaku berkonsumsi yang boros dan berlebihan, yang lebih mendahulukan keinginan daripada kebutuhan, serta tidak ada skala prioritas atau juga dapat diartikan sebagai gaya hidup yang bermewah-mewah. Orang yang konsumtif dapat dikatakan tidak lagi mempertimbangkan fungsi atau kegunaan ketika membeli barang melainkan mempertimbangkan prestise yang melekat pada barang tersebut.

Psikologi konsumen & perilaku konsumen
Psikologi konsumen adalah studi yang mempelajari bagaimana konsumen mengetahui, mengenali barang dan jasa yang ditawarkan di pasar, bagaimana konsumen mengetahui dan mengenali barang dan jasa yang baik, bagaimana konsumen sampai pada keputusan untuk membeli barang dan jasa yang dianggap bermanfaat.
Psikologi konsumen merujuk pada studi tentang bagaimana orang berhubungan dengan barang dan jasa yang mereka gunakan dalam kehidupan sehari-hari mereka. Juga dikenal sebagai studi tentang perilaku konsumen, psikologi konsumen memberikan kesempatan untuk meneliti masalah-masalah seperti faktor-faktor apa yang paling penting ketika orang memutuskan untuk membeli item tertentu, bagaimana pelanggan menentukan nilai layanan, dan apakah atau tidak televisi dan majalah iklan dapat meyakinkan konsumen enggan untuk mencoba produk baru untuk pertama kalinya. psikologi konsumen berusaha untuk menggambarkan dan menjelaskan perilaku konsumen, meskipun beberapa psikolog konsumen akan berusaha untuk memprediksi atau mempengaruhi keputusan pelanggan.

Sasaran utama psikologi konsumen adalah menjelaskan perilaku konsumen misalnya menguraikan macam pilihan apa yang dibuat orang, di bawah macam keadaan apa dan dengan alasan-alasan apa.


Perilaku konsumen adalah studi individual, kelompok atau organisasi dalam proses memilih, mengamankan, menggunakan, menghabiskan suatu produk, pelayanan, pengalaman atau ide-ide untuk kebutuhan kepuasan dan dampak proses-proses ini pada konsumen dan masyarakat.
Untuk lebih sederhana perilaku konsumen adalah studi tentang kapan, mengapa, bagaimana, dimana orang-orang membeeli atau tidak membeli suatu produk. Melalui studi kita dapat mengerti proses pengambilan keputusan dari pembeli secara individu maupun dalam kelompok.

Perilaku konsumen mempelajari karakteristik-karakteristik perilaku individu seperti demografik, dan variabel-variabel perilaku dalam mencoba untuk mengerti keinginan orang-orang juga mencoba mengukur pengaruh kelompok seperti keluarga terhadap konsumen

5 perangkat variable yang menentukan dan mempengaruhi perilaku konsumen,yaitu :
1. Kondisi-kondisin yang memungkinkan (enabling conditions) yang menetapkan batas-batas kemampuannya sebagai konsumen, misalnya penghasilannya, asetnya, dapat diperolehnya kredit.
2. Keadaan-keadaan yang mempercepat yang mempengaruhi perilaku ekonomi, seperti peningkatan atau penurunan daya beli (dapat hadiah uang atau tiba-tiba di PHK), perubahan status keluarga (menikah), pindah ke rumah baru
3. Kebiasaan memainkan peran yang penting. Misalnya dalam membeli makanan, sabun, rokok dan sebagainya
4. Kewajiban-kewajiban perjanjian dari orang ( seperti sewa premium asuransi jiwa, pajak, bayar cicilan untuk mobil) mempengaruhi perilaku ekonomi
5. Keadaan psikologikal konsumen

Terdapat beberapa faktor yang dapat mempengaruhi perilaku konsumen ,yaitu:
1. Faktor internal, misalnya demografik, psikografik (gaya hidup), kepribadian, motivasi, pengetahuan, sikap, keyakinan, perasaan.
2. Faktor eksternal, misalnya kultur, subkultur, tempat, pendapatan, etnis, keluarga, kelas sosial, kelompok

Pengaruh lingkungan terhadap konsumen dibagi menjadi 2 bagian:
1. Stimulus marketing. Misalnya : produk, harga, tempat dan promosi
2. Stimulus lingkungan. Misalnya : ekonomi, teknologi, politik, kultur, demografik, natural

sumber :
Novi Indah Earlyanti. (unknown). http://www.e-dukasi.net/mapok/mp_full.php?id=178

Wikipedia. (2010, September). Konsumerisme. http://id.wikipedia.org/wiki/Konsumerisme

Wikipedia. (2010, September. Consumer Behavior. http://en.wikipedia.org/wiki/Consumer_behaviour

Anonim. (2010, September). What is consumer psychology?. http://www.wisegeek.com/what-is-consumer-psychology.htm

Munandar, A. S. (2001). Psikologi industri dan organisasi. Jakarta: Universitas Indonesia (UI-Press)

No comments:

Post a Comment